Hasrat Tak Tertahankan
Kata-kata saling berebut,
Ketika kutulis sajak cinta,
Takut tak jadi bagian diksi,
Beruntung bila menjadi majas,
Sebab menjadi puisi,
Adalah cita-cita luhur setiap kata,
Ketika kutulis tentang mata,
Kata-kata tatapan kerling dan bening,
Saling mengintip kesempatan lalu kupilih airmata,
Karena tak tahan rengek tangisan,
Ketika kutulis pada bibir,
Kecup, Cium dan Sosor,
Saling tersenyum merasa bakal dipilih,
Lalu kupilih air liur,
Aku tak tahan bisikan semilir,
Ketika kutulis pada dada,
Buah dan belahan saling berdesakan,
Tetapi kupilih debar,
Aku tak kuasa menahan ledakan,
Cinta yang mengguncang,
Karya:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Senin, 30 April 2012
Kepalsuan Cinta
Cinta berbalut kepalsuan
Dalam selembar ketulusan
Berbui permadani kedustaan
Lembaran bercintaan
Telah tertulis cerita
Menjadi Lembaran bermakna
Memenuhi diary jiwa
Menjadi dongeng kasih melegenda
Lembaran tercipta indah
Lembaran sedih pun tergurah
Menyatu dalam sebuah memori
Membekas dalam sanubari
Sejuta kata terucapkan
Buah rindu tergoreskan
Membuai hati dan perasaan
Menyentuh relung kejiwaan
Dalam selembar ketulusan
Berbui permadani kedustaan
Lembaran bercintaan
Telah tertulis cerita
Menjadi Lembaran bermakna
Memenuhi diary jiwa
Menjadi dongeng kasih melegenda
Lembaran tercipta indah
Lembaran sedih pun tergurah
Menyatu dalam sebuah memori
Membekas dalam sanubari
Sejuta kata terucapkan
Buah rindu tergoreskan
Membuai hati dan perasaan
Menyentuh relung kejiwaan
Minggu, 29 April 2012
Berkawan Sendu
Aku menanti,
Dan terus menanti,
Hadirmu di sini,
Temani hari hari sepi,
Aku berkawan sendu,
Terus menunggu,
Hingga langit berubah kelabu,
Aku tersiksa rindu,
Terbentang jarak yang beribu,
Tak kuasa kutahan pilu,
Hanya bisa kutitipkan rindu,
Pada angin yang ku adu,
Tetes air mata di setiap Do'a,
Berharap kau baik baik saja,
Dan waktu dipercepat olehnya,
Untuk kita segera bersua,
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Dan terus menanti,
Hadirmu di sini,
Temani hari hari sepi,
Aku berkawan sendu,
Terus menunggu,
Hingga langit berubah kelabu,
Aku tersiksa rindu,
Terbentang jarak yang beribu,
Tak kuasa kutahan pilu,
Hanya bisa kutitipkan rindu,
Pada angin yang ku adu,
Tetes air mata di setiap Do'a,
Berharap kau baik baik saja,
Dan waktu dipercepat olehnya,
Untuk kita segera bersua,
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Hanya Asa
Ku terduduk diujung senja hari,
Menanti akhir dari kisah sang mentari,
Tak pernah lelah kutatap dirinya hingga pergi,
Menjauh dari diriku tuk selama ini,
Dan kini hariku gelap,
Dan kini terasa sunyi,
Dan kini ia terlelap,
Dan kini terasa sepi,
Sungguh lapang hati ini tuk dirinya,
Slalu berharap diakan kembali,
Namun semua hanya asa,
Yang putus karna ia pergi,
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Menanti akhir dari kisah sang mentari,
Tak pernah lelah kutatap dirinya hingga pergi,
Menjauh dari diriku tuk selama ini,
Dan kini hariku gelap,
Dan kini terasa sunyi,
Dan kini ia terlelap,
Dan kini terasa sepi,
Sungguh lapang hati ini tuk dirinya,
Slalu berharap diakan kembali,
Namun semua hanya asa,
Yang putus karna ia pergi,
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Siapakah Dirimu
Lelaki dg sribu tanda tanya
dg hati yg super misteri
kau datang mengetuk fbiku
dan tersenyum penuh teka teki
siapakah dirimu?
Yg menyimpan sejuta tabir
dlm sinar matamu
di sanubariku
jgn bertanya lagi
jgn bicara lagi
aku hanya org jalan
yg mencari sesuap masa depan
begitulah caramu berkomunikasi
seperti ada rahasia kelam
trsembunyi dibalik ungkapan
untukmu
marilah kita bicara
jgn hanya mengumbar tawa
sebab hidup haruslah saling terbuka
jgn pernah saling meluka
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
dg hati yg super misteri
kau datang mengetuk fbiku
dan tersenyum penuh teka teki
siapakah dirimu?
Yg menyimpan sejuta tabir
dlm sinar matamu
di sanubariku
jgn bertanya lagi
jgn bicara lagi
aku hanya org jalan
yg mencari sesuap masa depan
begitulah caramu berkomunikasi
seperti ada rahasia kelam
trsembunyi dibalik ungkapan
untukmu
marilah kita bicara
jgn hanya mengumbar tawa
sebab hidup haruslah saling terbuka
jgn pernah saling meluka
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Rintik Hujan
Rintik hujan membasahi bumi,
Kala jemari melepaskan pergi,
Tak terasa bergulir air mata,
Menoreh perlahan bekukan rasa,
Teriring senyum tanpa kata,
Meski dalam hati ku tak rela,
Tiada lagi smua kan disini,
Temani diri warnai hari,
Ada yang hilang kurasakan,
Saat tatap mata tak lagi kutemukan,
Tersisa hanya segenggam kenangan,
Cerita indah dalam lamunan,
Rintik hujan di sore ini,
Kembali rindu menyapa hati,
Ku goreskan pena dalam sebait kata,
Meredam rindu tuk sang tercinta,
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Kala jemari melepaskan pergi,
Tak terasa bergulir air mata,
Menoreh perlahan bekukan rasa,
Teriring senyum tanpa kata,
Meski dalam hati ku tak rela,
Tiada lagi smua kan disini,
Temani diri warnai hari,
Ada yang hilang kurasakan,
Saat tatap mata tak lagi kutemukan,
Tersisa hanya segenggam kenangan,
Cerita indah dalam lamunan,
Rintik hujan di sore ini,
Kembali rindu menyapa hati,
Ku goreskan pena dalam sebait kata,
Meredam rindu tuk sang tercinta,
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Setitik Senyumu
Pagi ini serasa mati,
Tanpa kamu yg biasa slalu disini,
Hadirmu dengan candamu,
Kuatkan aku lewati waktu,
Entah kini kau dimana,
Tak kunjung jua kau menyapa,
Dalam gelisah penuh tanya,
Ku ingin hadirmu dalam nyata,
Berikan aku walau setitik senyummu,
Agar ku tau kau masih disini bersamaku,
Karna yang pasti aku tau,
Tak kn indah hari ini tanpamu,
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Tanpa kamu yg biasa slalu disini,
Hadirmu dengan candamu,
Kuatkan aku lewati waktu,
Entah kini kau dimana,
Tak kunjung jua kau menyapa,
Dalam gelisah penuh tanya,
Ku ingin hadirmu dalam nyata,
Berikan aku walau setitik senyummu,
Agar ku tau kau masih disini bersamaku,
Karna yang pasti aku tau,
Tak kn indah hari ini tanpamu,
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Langganan:
Postingan (Atom)